Jumat, 21 September 2012

Futsal VS Andari


sore begitu cerah kala itu.. seakan desir angin tak mengizinkan diriku beranjak pergi meninggalkan bidadari hati.. :D dilema memang ketika kita harus galau karena harus memilih antara hobi kita dengan orang yang sangat kita cintai. seakan-akan keduanya ingin kita raih tetapi apa daya, jika saja waktu ini dapat berhenti hanya sedetik saja maka itu akan sangat berarti jika aku bersamanya. yang kuingin adalah selalu ada untuk dirinya, menjaganya hingga dia merasa aman. futsal mungkin menjadi hobiku ketika ku mulai menginjak semester dua ini entah berawal dari hanya ingin bermain bersama dan berolahraga saja kemudian berlanjut menjadi seperti sebuah asa yang terpendam dan ingin kubuktikan. akhir-akhir ini banyak sekali turnamen yang diselenggarakan baik itu di undip atau di luar undip.. ya meski aku pun harus mengerti jika kapasitas diriku mungkin belum cukup untuk terbang meraihnya.. tapi ku selalu berdoa dan selalu berusaha untuk meunjukkan yang terbaik dihadapan teman-temanku. disaat belenggu kepanitian LKMM PD yang kian mencekik kebebasan dan waktu senggangku aku pun harus mengerti bahwa waktu yang diberikan tuhan haruslah kusyukuri. andari pun sekarang sedang sibuk karena dia menjadi sie acar di Dies Nantalis Undip.. wow keren pertama kali kesan yang muncul di benakku.. sie acara coy.. :D tapi semakin ke sini aku pun mulai khawatir jerawat di mukanya mulai bermekaran.. itu salah satu tanda yang aku pelajari ketika dia sudah mulai stress tapi tak apa aku percaya dia adalah wanita yang hebat.. semangat andari.. :D sebenarnya ketika dia meyakinkanku untuk pergi dan memilih futsal hati ini semakin mengerti bahwa diriku mungkin tidak akan selalu ada untuknya... dan aku mengerti bahwa andari tidak mungkin selalu ku jaga.. dan disitu muai menyelinap halus rasa takut.. aku takut dia berpaling.. terasa begitu berlebihan memang ketika aku harus memikirkannya, hati ini tak tenang jika tidak mengantarnya pulang. apalagi dia sempat cerita jika di perjalanan pulang kemarin dia merasa terganggu oleh tingkah tukang las besi di dekat kosannnya.. semakin membuat hati ini merasa untuk tetap menjaganya.. ya semoga di tengah keterbatasanku hanya ada aku di hatinya dan semoga dia bisa menjaga dirinya untukku.. aku percaya itu.. haha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar