Selasa, 14 Februari 2012

Namanya Andari


The Closing Ceremony of LKMM
Andari Cantik :D

Mungkin hanya dia yang kurasa ada di hatiku saat ini. Yup, dirinya yang entah sejak kapan telah menyita hampir seluruh bagian partisi otakku. Awal ku jumpa dirinya yang terbersit dalam pikirku adalah sebuah tanda tanya besar “ni orang cuek bgt sh?” haha.. :D begitulah dia ketika ku menyapanya untuk pertama kali.
Hidup ini adalah skenario Tuhan, begitu juga kisahku dengannya. Siapa sangka jika sebuah perasaan suci muncul di tengah-tengah kelompok praktikum fisika yang hanya beranggotakan 3 orang. Mungkin sudah menjadi bagian rencanaNya juga ketika anggota kelompok praktikum fisika yang lain tidak datang pagi itu, sudah barang tentu kami berdua duduk 1 kursi walaupun tidak sedikitpun kulihat renspon positif yang dia tunjukkan untuk menanggapi kehadiranku di dekatnya. Ah begitulah Tuhan selalu menyimpan sebuah maksud yang tak pernah ku sadari.
Tak lama ruangan pun menjadi sepi ketika semua mata tertuju pada satu sumber suara. Yah biasalah ucapan selamat datang di laboratorium fisika FMIPA Undip.. bla,bla,bla.. seperti sebuah dongeng yang membuatku mengantuk. 30 menit pun berlalu tak ada yang berubah, dia masih angkuh dengan tatapannya yang datar, melihat ke depan seolah-olah ada sesuatu yang teramat sangat penting di sana. Kemudian ku coba melihat ke depan.. mataku menyipit.. terlihat seorang wanita yang sedang menjelaskan hal yang tidak kumengerti dan sepertinya tak akan kumengerti sampai kapanpun, “ya allah itu orang ngomong apa sh?”  sepertinya dia menjelaskan tabel yang tergambar di papan tulis, pikirku. Who cares.. yang jelas rasa kantuk sedikit demi sedikit mulai merenggut kesadaranku saat itu. Hingga aku pun terlelap.
Entah berapa lama mataku terpejam aku pun terbangun. Ku lihat dia.. hebat.. ekpresi wajahnya tetap sama, tidak berubah sedikitpun dari awal kita bertemu. Sepertinya dia merasa nyaman mendengarkan penjelasan tentang hal yang tidak pernah kumengerti, ‘fisika’. “hebat nih orang kuat banget” kataku dalam hati. Sedari dulu tak pernah kutemukan sedikitpun rasa antara aku dengan fisika. Yang ada hanyalah kumpulan mimpi buruk yang ingin sekali ku lari darinya. Hatiku pun renyuh ketika melihat dia (fisika) sekali lagi di kertas krs yang diberikan oleh temanku. Sepertinya dia (fisika) tertawa terbahak-bahak melihatku lagi. Ingin sekali ku pergi darinya (fisika). Mungkin hanya raporku ketika sma dulu saja yang menjadi saksi mimpi burukku dengannya (fisika). Sekali lagi Tuhan mempunyai rencana lain untukku.
Akhirnya semua pementasan drama ini selesai *loh? Pementasan drama tentang teori rambat yang membosankan haha :D. Dan ku rasa ini pementasan drama yang terburuk yang pernah ada. Bayangkan saja semua orang seperti terlarut ke dalam buaian hipnotis mengenai teori rambat. Aku merasa beruntung karena aku satu-satu nya penonton yang tidak terhipnotis saat itu *gubrak haha :D. Ku tatap dirinya sekali lagi.. terasa berbeda kali ini.. seperti ada gigitan semut di hatiku. Tidak terlalu sakit tapi aku bisa merasakannya. Aku bingung.. ko bisa ya?
Tiba saat yang kutunggu akhirnya kami pun keluar dari ruangan yang tak ingin kumasuki lagi. Tapi sepertinya akan tetap kumasuki lagi -_-. Langsung saja dia beranjak pergi. "etdah ni orang kaga peka apa?" ngomong apa dulu gitu. Ah biarlah toh nantinya dia yang akan membuatku semangat datang setiap hari rabu jam 8 pagi ke sini untuk praktikum fisika haha :D. Tuhan pun menggerakkan kakiku keluar ruangan tapi Dia tidak mengarahkanku langsung ke kampus FKM (Fakultas Kebanyakan Masalah) :D Dia membimbingku untuk melihat papan pengumuman yang terpajang di luar ruangan. Mataku mencari dan mencari akhirnya kutemukan dia.. Andari Nurul Huda.. itulah namanya, hemp.. boleh juga.. :D.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar